Subscribe For Free Updates!

We'll not spam! We promise.

Saturday, August 9, 2014

SPESIFIKASI SOFTWARE UNTUK SERVER

SPESIFIKASI SOFTWARE UNTUK SERVER : 

Terdapat pula beberapa macam spesifikasi berdasarkan jenis sistem operasinya, yaitu sebagai berikut.

- Server ( Ubuntu Server+Squid Proxy Server )
Prosesor Intel Dual Core (2.6 Ghz) TRAY
Mainboard ASUS P5 KPL AM-SE ( Astrindo )
Memory DDR2 V-gen 2 Gb
Harddisk 20 gb SCSI 2 buah ( 2nd dan tergantung stock )
Casing ATX E-Case + 2 FAN CPU
Ethernet/LAN Card tambahan 1 buah

- Mikrotik OS :

Prosesor Intel Pentium 4 (2.4 Ghz) TRAY
Mainboard Amtron P4M945 LM4
Memory DDR2 V-gen 1 Gb
Harddisk Seagate/WDC/Maxtor 40Gb Type IDE
Casing ATX E-Case + 2 FAN CPU
Ethernet/LAN Card tambahan 1 buah

SPESIFIKAS KOMPUTER SERVER

Server merupakan komputer yang bertugas sebagai pusat controlling akses data dalam sebuah jaringan (Server-Client) misalnya LAN,W-LAN, dan lain-lain. Server bisa mengontrol semua akses PC Client.
Kesimpulannya adalah bahwa pada dasarnya, server dan PC merupakan sama-sama sebuah komputer, hanya saja fungsi, fitur, dan spesifikasi hardwarenya yang berbeda. Ilustrasinya, ketika beberapa PC akan melakukan pertukaran data, maka mereka bisa menaruh dan mengambil data tersebut di komputer server. Karena biasanya spesifikasi komputer server jauh lebih bagus dan besar daripada PC.

Spesifikasi Hardware untuk Server
1 buah unit komputer server direkomendasikan memiliki :
- Prosesor: Intel Pentium 4/1,8 GHz
- Memory : 1 GB
- Hardisk: 40 GB
- Floppy Disk Drive: 1,44 MB 3,5”
- CDROM: 52x
- VGA Card: 64 MB share
- Monitor : SVGA 15”
- Keyboard dan Mouse: Serial/PS2
- Modem/LAN Card: Internal/10/100 MBps
- Soundcard: Onboard
- Speaker/Headset: Multimedia
- Stabilizer: Denkyu 500 VA
- Instalasi Software: Windows 2000 Server, Linux, Education for Children, Software standar
- 1 Unit printer
- Hub Switch 6 port

Spesifikasi hardware Komputer Server untuk Networking 
- LINUX Server ( Ubuntu Server+Squid Proxy Server )
- Prosesor Intel Dual Core (2.6 Ghz) TRAY
- Mainboard ASUS P5 KPL AM-SE ( Astrindo )
- Memory DDR2 V-gen 2 Gb
- Harddisk 20 gb SCSI 2 buah ( 2nd dan tergantung stock )
- Casing ATX E-Case + 2 FAN CPU
- Ethernet/LAN Card tambahan 1 buah
- Mikrotik OS :
- Prosesor Intel Pentium 4 (2.4 Ghz) TRAY
- Mainboard Amtron P4M945 LM4
- Memory DDR2 V-gen 1 Gb
- Harddisk Seagate/WDC/Maxtor 40Gb Type IDE
- Casing ATX E-Case + 2 FAN CPU
- Ethernet/LAN Card tambahan 1 buah
- License Mikrotik OS Level 4

Spesifikasi Komputer Database Server
Sedangkan spesifikasi minimal komputer yang digunakan untuk database server dari sistem aplikasi lelang proyek pengadaan barang atau jasa pada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara adalah sebagai berikut :
1. Processor Intel CORE TO DUO atau setara
2. Memory 2 GB
3. Harddisk 120 GB 5400 Rpm
4. Harddisk Backup 120 GB 5400 Rpm
5. NIC ( NETWORK INTERFACE CARD )
6. Keyboard
7. Mouse
8. Windows 2000 server
9. MySQL 5.0.20
10. Internet Explorer 6 atau diatasnya

Spesifikasi Mail Server
sedangkan spesifikasi mail server adalah sebagai berikut : 
  • Processor Xeon 3 GHz (Single Core atau Multi Core)
  • Harddisk berkisar antara 80 GB sampai dengan 200 GB (lebih besar lebih baik untuk penggunaan ke depan)
  • NIC FastEthernet atau Gigabit Ethernet
  • Memory 2 GB
  • PROXY SERVER
  • Spek PC : P3 800 Mhz, Mem 256, HD 30 Gb, 2 buah LAN Card (1 LAN onboard, 1 LAN tambahan)
  • OS : Mikrotik OS 2.29.XX
  • ISP : Telkom Speedy (Profesional) 1 line
  • Modem merk Sanex standard bawaan speedy
Sepsifikasi untuk File Server
- Processor minimal 166 megahertz atau processor yang lebih memilki kecepatan lebih tinngi.
- Sebuah Harddisk yang cepat dan berkapasitas besar atau kurang lebih 10 GB atau lebih. Karena fungsinya sebagai disk server tentunya kapasitas harddisk diusahakan besar singga dapat memenuhi tuntutan jaringan dalam hal penyimpanan file dalam jaringan.
- Sebuah RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks).
- Sebuah tape untuk back up data contohnya DAT, JAZ, Zip, atau CDRW.
- Mempunyai banyak port network.
- Kartu jaringan yang cepat dan mempunyai reliabilitas kerja.
- Kurang lebih kapasitas 32 MB memori.

Contoh Penerapan : Sebagai contoh mengelola pengiriman file database atau pengolah kata dari workstation atau salah satu node, ke node yang lain, atau menerima email pada saat yang bersamaan dengan tugas yang lain. Contohnya penerapan Samba Server pada openSUSE sebagai File Server tanpa PDC/OpenLDAP.
DENGAN SISTEM OPERASI
ü Microsoft Windows 2000 Server
ü Microsoft Windows 2003 Server
ü Microsoft Windows 2008 Server Longhorm
ü Microsoft Windows NT
ü Linux Operating System
ü Unix Operating System
ü IBM OS/2 Operating System
ü Free BSD.


Spesifikasi untuk FTP Server
~ Minimal Pentium 3
~ PS 250 Watt
~ Ram 256 Mb
~ HD 10 GB
~ CD Drive 32 X
~ NIC 10/100


Spesifikasi untuk Mail Server
* Processor Intel/AMD 1,5 Ghz 32bit
* Memory 1 GB
* HardDisk 80 GB SATA
* Lan Card 10/100 Mbps

SETTING ACCESS POINT

Untuk memulai konfigurasi access point ini, lakukan langkah-langkah berikut secara sistematis :
  1. Sama seperti mengkonfigurasikan access point lainnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyamakan address antara access point dengan sebuah laptop sehingga alamatnya berada pada satu network. Secara default, IP yang tertera pada label access point jenis ini adalah 192.168.1.1 dan netmask 255.255.255.0.
  2. Setelah itu, nyalakan access point. Perhatikan adaptor yang digunakan, apakah voltage-nya sesuai dengan ketentuan yang tercantum pada label access point atau tidak. Jika tidak, maka sebaiknya jangan menyalakan access point tersebut dengan adaptor yang tidak sesuai.
  3. Setelah itu koneksikan access point dengan laptop dengan menggunakan kabel straight.
  4. Buka sebuah web browser pada laptop, kemudian ketikkan alamat IP default dari access point tersebut. Sebelumnya saya telah menjelaskan bahwa IP default access point jenis ini adalah 192.168.1.1, namun pada praktek ini saya menggunakan access point yang IP address-nya diubah yaitu 10.10.7.1 Maka ketikkan IP 10.10.7.1 pada address bar, lalu tekan Enter pada keyboard.
  5. Setelah itu akan muncul sebuah kotak dialog Authentication Required. Isikan username dengan admin dan isikan password dengan admin. Kemudian klik OK
  6. Kemudian akan muncul sebuah halaman web seperti berikut :
  7. Klik teks "Network" pada jendela sebelah kiri untuk mengatur tipe jaringan (Static IP / DHCP), main IP dari access point (IP local), dan subnet mask. Jika IP access point diubah dari IP default-nya, maka halaman web akan menghilang. Untuk menampilkannya kembali, ubah IP laptop sehingga menjadi se-network dengan IP access point yang baru. Setelah semua pengaturan selesai, klik Save.
  8. Setelah itu lakukan pengaturan wireless dengan meng-klik teks Wireless pada jendela sebelah kiri kemudian pilihWireless Setting.
  9. Pengaturan yang perlu dilakukan adalah pengaturan SSID(nama jaringan), Region, Channel dan Mode. Yang lainnya adalah pengaturan opsional (tergantung kebutuhan). Dalam hal ini saya membuat nama jaringan (SSID) yaitu tujuh. Setelah semua pengaturan selesai, klik Save. Contoh :
  10. Setelah itu lakukan pengaturan untuk DHCP agar device yang terkoneksi akan mendapatkan IP secara otomatis dari access point. Klik teks DHCP pada jendela sebelah kiri, kemudian pilih DHCP Settings. Dalam hal ini saya melakukan pengaturan range user sebanyak 10 client dari 10.10.7.10 - 10.10.7.20. Setelah semua pengaturan selesai, klik Save. Contoh :
  11. Setelah semua pengaturan selesai diberikan, reboot access point dengan meng-klik teks System Tools kemudian pilih Reboot.
  12. Sistem access point akan restart dalam beberapa saat yang diindikasikan oleh persentasi seperti gambar berikut :
  13. Setelah proses restarting selesai, maka selanjutnya adalah lakukan pengetesan jaringan access point yang baru dibuat. Gunakan sebuah laptop lain untuk mengakses jaringan wireless dengan nama tujuh. Kemudian lihatlah IP DHCP yang diperoleh laptop tersebut selama terkoneksi dengan jaringan tujuh. Tentunya IP yang didapatkan akan berada pada range 10.10.7.10 sampai 10.10.7.20.

MASALAH UMUM PADA WINDOWS 7

Masalah Pada Windows 7

1. Windows 7 Terlihat Lambat
Windows 7 sangatlah lapar dengan yang namanya resource komputer. Terutama dari Visual Effect yang ada di Windows 7. Jika komputer kamu lambat, mematikan beberapa Visual Effect di Windows 7 akan mempercepat komputer kamu.
Klik Start menu dan ketik "View Advanced System Setting" dan tekan enter
Maka, akan keluar jendela seperti ini:
Klik Settings pada kolom Performance
Lalu matikan visual effect yang kamu inginkan.






























2. Effect Aero Tidak Bekerja
Jika Windows Aero kamu tidak bekerja, periksa apakah Hardware kamu mampu menjalankan Windows Aero. Jika komputer kamu mampu, tapi tetap tidak bisa menjalankan Windows Aero, lakukan langkah berikut ini:

























Klik Start dan ketik Regedit dan tekan enter
Lalu arahkan ke HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\DWM
Klik kanan EnableAeroPeek dan klik Modify
Ubah valuenya dari 0 menjadi 1






3. Program Lama Tidak Berjalan di Windows 7
Jika kamu punya Program lama yang tidak bisa berjalan di Windows 7, cobalah menggunakan Compatibility Mode. Caranya adalah sebagai berikut:

Klik kanan program lama yang kamu punya dan klik properties
Pada Tab Compatibility, berikan tanda centang ke "Run this program in compatibility mode for"
Lalu pilih System Operasi yang bisa dijalankan program ini. Misalnya, jika software lama yang kamu punya bisa berjalan di Windows XP, pilihlah Windows XP
4. DVD Drive Tidak Ada di Windows Explorer
Jika DVD Drive kamu tidak ada di Windows Explorer, lakukan langkah berikut ini untuk memperbaikinya:

Klik Start dan ketik "Regedit" dan tekan enter
Arahkan ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\Class
Lalu, hapus ‘UpperFilters‘ dan > ‘LowerFilters‘ lalu, restart windows 7 kamu untuk melihat hasilnya.

5.Windows tidak bisa Shut Down
Problem ini umumnya karena registry Fast Shutdown dalam kondisi aktif. Bila ini terjadi, cobalah untuk menonaktifkannya. Restart komputer dengan menekan tombol [Ctrl] + [Alt] + [Del] secara bersamaan atau tombol [Reset] pada CPU (Central Processing Unit). Setelah kembali dalam sistem Windows, klik [Start] [Run]. Ketik “msconfig” (tanpa tanda kutip) pada boks yang muncul. Setelah itu, boks dialog System Configuration Utilities akan terbuka.Pada tab [General], klik [Advanced...]. Centangilah opsi [Disable fast shutdown]. Tutup semua aplikasi itu dan cobalah untuk men-shutdown-nya dengan normal, yaitu dengan mengeklik [Start] dan pilih [Shutdown...]. Klik [Shut down] dan [OK] pada boks konfirmasi. Kini mestinya Windows dapat shutdown dengan baik.Jika problem belum teratasi, kunjungilah link support.microsoft.com/default .aspx?scid=KB;en-us;q238096 dengan browser internet Anda. Link tersebut berisi keterangan mengenai kemungkinan sebab lain dari kegagalan Windows

6.Start-up Sistem Melambat
Terlalu banyaknya program yang di-upload saat start-up dapat membuat boros memori. Untuk menyelesaikannya, matikan seluruh aplikasi, kemudian munculkan boks dialog System Configuration Utilities seperti cara di atas.
Klik tab [Startup]. Di dalamnya terdapat daftar program-program yang berjalan sejak Windows dimulai. Jika tanda centangnya cukup banyak, maka kurangilah dan biarkan hanya terdapat pada program yang Anda anggap perlu saja.
Misalnya, hilangkan saja tanda centang dari program-program seperti e-mail client, messenger, Microsoft Office Start-up, dan aplikasi lainnya yang sebetulnya dapat dibuka kapan saja. Klik [Apply] dan [OK] untuk mengaktifkannya. Dan klik [Yes] pada konfirmasi untuk me-restart sistem Anda.Kontrol daftar startup program ini secara rutin, agar pemakaian memori sistem Anda terjaga

7.Sistem Komputer Hang
Fenomenanya bagi kita beragam. Program tidak dapat berjalan, mouse tak dapat digerakkan, kibor tak berfungsi, sampai munculnya blue screen.Langkah pertama untuk menyelesaikannya, cobalah untuk menekan kombinasi tombol [Ctrl] + [Alt] + [Del] secara bersamaan. Bila boks Close Program muncul, maka hentikan salah satu program yang berketerangan “Not Responding”. Atau hentikan juga program lain yang tidak perlu. Caranya, klik nama program tersebut dan klik [End Task].
Jika sistem masih hang. Daftarlah nama-nama program yang berjalan tadi. Dan Restart sistem melalui tombol [Restart] di CPU. Setelah sistem Windows berjalan lagi, buka satu per satu program tadi untuk mengecek konflik tersebut terjadi saat Anda menggunakan aplikasi yang mana. Jika ketahuan, catat nama program tersebut dan konsultasilah ke vendornya. Bila program penyebab konflik itu tidak terlalu Anda butuhkan, sebaiknya uninstall saja dari sistem.

8.Safe Mode
Jika saat booting tiba-tiba Windows merekomendasikan Anda untuk menggunakan safe mode, berarti ada yang tidak beres dalam sistem Anda. Hilangnya file sistem, driver dan file penting lainnya dari Windows dapat memaksa Windows tampil dalam safe mode. Kerusakan dalam bagian hard disk juga dapat memicunya.Untuk memeriksanya, masuk saja ke safe mode dan scandisk dulu hard disk Anda. Klik [Start] [Programs] [Accessories] [System Tools] lantas [ScanDisk]. Jika hasilnya tak ada masalah, maka kemungkinan kerusakannya ada pada file sistem. Restart, dan kali ini paksakan untuk menggunakan normal mode. Lihat, biasanya Windows akan mengeluarkan pernyataan-pernyataan error. Kalau bisa catat error-nya dan konsultasikan pada Microsoft.
Atau jalan singkatnya, Anda bisa menginstal ulang sistem Windows. Sebelumnya tentu Anda harus mem-back up semua data penting Anda ke drive atau hard disk lain.

MASALAH PADA SISTEM OPERASI WINDOWS


Masalah-Masalah Sistem Operasi

1. Tugas terpenting dari sistem operasi adalah mengatur physical devices dan menampilkan abstarksi mesin virtual dari aplikasi (Interface aplikasi).

2. Untuk hardisk, OS menyediakan dua abstaksi, yaitu:
• Raw device = array dari beberapa data blok.
• File sistem = sistem operasi mengantrikan dan menjadwalkan beberapa permintaan interleaved yang berasal dari beberapa aplikasi.

Interface Aplikasi

Kebanyakan sistem operasi menangani removable media hampir sama dengan fixed disk, yaitu cartridge di format dan dibuat file sistem yang kosong pada disk.
Tapes ditampilkan sebagai media raw storage dan aplikasi tidak membuka file pada tape, tetapi tapes dibuka kesemuanya sebagai raw device. Biasanya tape drive disediakan untuk penggunaan khusus dari suatu aplikasi sampai aplikasi berakhir atau menutup tape drive. Penggunaan khusus ini dikarenakan random access tape membutuhkan waktu yang lama. Jadi, interleaving random access oleh tape oleh beberapa aplikasi akan menyebabkan thrashing. Sistem operasi tidak menyediakan file system sehingga aplikasi harus memutuskan bagaimana cara menggunakan array dari blok-blok. Sebagai contoh, program yang mem-backup hardisk ke tape akan mendaftar nama file dan kapasitas file pada permulaan tape. Kemudian, program meng-copy data file ke tape. Setiap aplikasi mempunyai caranya masing-masing untuk mengatur tape sehingga tape yang telah penuh terisi data hanya dapat digunakan oleh program yang membuatnya. Operasi dasar tape drive berbeda dengan operasi dasar disk drive. Contoh operasi dasar tape drive:

• Operasi locate berfungsi untuk menetapkan posisi tape head ke sebuah logical blok. Operasi ini mirip operasi yang ada di disk, yaitu: operasi seek. Operasi seek berfungsi untuk menetapkan posisi semua track.

• Operasi read position berfungsi memberitahu posisi tape head dengan menunjukkan nomor logical blok.

• Operasi space berfungsi memindahkan posisi tape head. Misalnya operasi space -2 akan memindahkan posisi tape head sejauh dua blok ke belakang.

Kapasitas blok ditentukan pada saat blok ditulis. Apabila terdapat area yang rusak pada saat blok ditulis, maka area yang rusak itu tidak dipakai dan penulisan blok dilanjutkan setelah daerah yang rusak tersebut.

Tape drive “append-only” devices, maksudnya adalah apabila kita meng-update blok yang ada di tengah berarti kita akan menghapus semua data sebelumnya pada blok tersebut. Oleh karena itu, meng-update blok tidak diperbolehkan.

Untuk mencegah hal tadi digunakan tanda EOT (end-of-tape). Tanda EOT ditaruh setelah sebuah blok ditulis. Drive menolak ke lokasi sebelum tanda EOT, tetapi drive tidak menolak ke lokasi tanda EOT kemudian drive mulai menulis data. Setelah selesai menulis data, tanda EOT ditaruh setelah blok yang baru ditulis tadi.

Penamaan Berkas

Menamakan berkas pada removable media cukup sulit terutama pada saat kita menulis data pada removable cartridge pada suatu komputer, kemudian menggunakan cartridge ini pada komputer yang lain. Jika jenis komputer yang digunakan sama dan jenis cartridge yang digunakan sama, maka permasalahannya adalah mengetahui isi dan data layout dari cartridge. Tetapi, bila jenis komputer yang digunakan dan jenis drive yang digunakan berbeda, maka berbagai masalah akan muncul. Apabila hanya jenis drive yang digunakan sama, komputer yang berbeda menyimpan bytes dengan berbagai cara dan juga menggunakan encoding yang berbeda untuk binary number atau huruf.

Pada umumnya sistem operasi sekarang tidak memperdulikan masalah penamaan space pada removable media. Hal ini tergantung kepada aplikasi dan user bagaimana cara mengakses dan menterjemahkan data. Tetapi, beberapa jenis removable media (contoh: CDs) distandarkan cara menggunakannya untuksemua jenis komputer.

Managemen Penyimpanan Hirarkis

Managemen Penyimpanan Hirarkis (Hierachical Storage management) menjelaskan storage hierarchy antara primary memory dan secondary storage untuk membentuk tertiary storage. Tertiary storage biasanya diimplementasikan sebagai jukebox dari tapes atau removable media.

Walau pun tertiary storage dapat memepergunakan sistem virtual-memory, cara ini tidak baik. Karena pengambilan data dari jukebox membutuhkan waktu yang agak lama. Selain itu diperlukan waktu yang agak lama untuk demand paging dan untuk bentuk lain dari penggunaan virtual-memory.

File yang kapasitasnya kecil dan sering digunakan disimpan di disk. Sedangkan file yang kapasitasnya besar, sudah lama, dan tidak aktif akan diarsipkan di jukebox. Pada beberapa sistem file-archiving, directory entry untuk file selalu ada, tetapi isi file tidak berada di secondary storage. Jika aplikasi mencoba membuka file, pemanggilan open system akan ditunda sampai isi file dikirim dari tertiary storage. Ketika isi file sudah ada di secondary storage, operasi open dikembalikan ke aplikasi.

Hierachical Storage management biasanya ditemukan pada pusat supercomputing dan installasi besar lainnya yang mempunyai data yang besar.


Sumber : http://dwi14hayani.wordpress.com/masalah-dalam-sistem-operasi/

Thursday, August 7, 2014

MENGENALI GEJALA KERUSAKAN INVERTER PADA LCD

LCD monitor memang kadang sangat rentan dengan kerusakan. Banyak kasus ditemui LCD monitor kadang meredup dengan sendirinya, atau bahkan blank hanya dengan tampilan warna putih. Memang jenis kerusakan LCD terutama di LCD laptop tidak mutlak berasal dari LCD itu sendiri, bisa berasal dari komponen lain, seperti Inverter maupun mungkin pula berasal dari VGAnya. Oleh karena itu, kita jangan sampai terjebak untuk cepat-cepat mengganti LCD sementara kita belum paham benar bagian mana yang rusak pada LCD laptop kita. Kali ini saya akan mencoba sharing tentang cara mengenali gejala kerusakan Inverter pada monitor LCD, agar nantinya bisa diketahui bagian mana sebenarnya yang rusak dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Kali ini saya akan mencoba sharing tentang cara mengenali gejala kerusakan Inverter pada monitor LCD, agar nantinya bisa diketahui bagian mana sebenarnya yang rusak dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Tanda-tanda inverter rusak :
  • Biasanya LCD menjadi redup alias buram / tampilan gambar agak gelap
  • Kalau laptop kondisi hidup LCD digerakkan buka tutup gambar agak goyang / berubah.
  • Adanya panas yang tidak normal pada bagian inverter (dibawah Lcd Tertutup list casingnya)

Untuk memastikan bahwa inverter yg rusak bisa dilakukan langkah-langkah :

1.Sambungkan Laptop dengan monitor CRT / LCD biasa
Jika gambar bisa tampil normal ke layar monitor, berarti kemungkinan inverternya saja yang rusak bukan pada LCD.
Apabila tampilan di layar monitor gambar pecah2 atau ikut goyang berarti vga onboardnya yg bermasalah. Jadi jangan terjebak untuk segera mengganti LCD.
Untuk memastikan adalah dengan mencoba membuka cover depan LCD, lepaskan kabel inferter lalu pasang kembali. Masih error nggak ?

2. Cek Inverter
Untuk mengecek inverter secara manual biasanya dilakukan dengan cara memasang inverter kita pada laptop lain yang sama atau menggunakan inverter yang sama, contoh memasang inverter acer 4730 ke 4710 atau 4715.

3. Cek Flexyble Cable “cable yang menghubungkan LCD dengan inverter dan Mainboard pada laptop”
Cek Kerusakan LCD pada laptop biasanya dilakukan dengan 3 cara diatas, jika langkah pertama tidak ada masalah biasanya kerusakan terjadi pada Inverter dan Flexyble Cable dan, Jika ketiga langkah diatas LCD Laptop masih blank kemungkinan kerusakan pada mainboard anda.
Permasalahan LCD LAPTOP dan Inverter nya ?
Permasalahan LCD pada Laptop sangatlah signifikan, selain konstruksi LCD yang terintegrasi dalam tabung liquite yang dirancang sangat tipis dan rentan, LCD component sircuit(PCB) juga dibuat dari bahan yang sangat tipis dan rentan sehingga peluang untuk memperbaiki/service sangatlah kecil. Ada beberapa kerusakan pada LCD yang disebabkan bukan oleh LCD itu sendiri, tetapi disebabkan oleh koneksi pendukung, power, cable, conector, LCD back light, Lcd inverter atau induksi maupun gismo yang terjadi pada componen ataupun cable LCD.

Berdasarkan study kasus yang sering terjadi, ada beberapa langkah analisa kerusakan LCD yang dapat anda lakukan sendiri sebelum memutuskan untuk mengganti LCD Laptop anda.

1. Layar blank putih (sering terjadi pada Acer 3680series, 4520series, 2920series) Gejala ini tampaknya memang seperti gejala LCD yang bocor. Tetapi juga dapat terjadi akibat induksi maupun gismo yang terjadi pada conector LCD .
Penanganannya :
Buka frame LCD (biasanya 4baut utama dan 2 baut camera) lepaslah perlahan, perhatikan klip fram yang ada disekeliling frame.
Sebaiknya pada saat membuka frame di cungkil menggunakan kuku (tidak menggunakan benda tajam dan keras) buka baut sasis LCD biasanya 3 di sisi kanan dan 3 di sisi kiri.
Lepaskan conector cable camera. keluarkan LCD dari sasis dengan merebahkannya tertelungkup pada laptop keyboard. Beri alas pada keyboard dengan kain/kertas untuk menghindari goresan pada layar, kemudian lepaskan seltip pengunci cableconector pada bagian belkang LCD. Cabut conector perlahan, kemudian pasang kembali (pelepasan dan pemasangan conector dapat membuang indiksi atau gismo pada terminal cable conector).
jika tahapan diatas tidak berhasil cobalah tahapan tersebut pada conector LCD cable yang terdapat pada motherboard dengan cara membuka cover pada bagian atas keyboard khusus untuk merk axioo terutama m54 series kerusakan pada camera dapat berpengaruh pada Lcd karena interface yang digunakan untuk power camera diambil dari pembagian power dari lcd pada motherboard.


2. LCD blur/permanen ataupun apabila flip/laptop bergerak LCD blur/tampilan pecahpecah. Gejala tersebut sering terjadi pada Axioo M54 series ini bukanlah kesalahan pada LCD tetapi terjadinya pemuaian jalur pada conector LCD yang terdapat di motherboar datau pada IC swiching LCD size setting (perhatikan ada swich control pengaturan ukuran LCD di sebelah kiri atas dibawah keyboard) Penanganan : Memberi bantuan koneksi pada jalur yg rusak (cable jumper) atau mengganti ic swiching untuk pengaturan LCD size controler.


3. LCD goyang apabila flip/cover bergerak. Gejala ini dapat disebabkan terjadinya kelonggaran pada kabel conector ataupun adanya cable yang terjepit (biasanya pada engsel). Pergeseran engsel pada kabel yang tidak duduk pada jalurnya dapat mempergenting cable, sehingga ketika flip/engsel bergerak perenggangan/pengencangan terjadi pada cable atau slot conector yang sudah longgar/aus diakibatkan perengangan/pengencngan kable.
Penanganan : melakukan penggantian cable conector atau tetap menggunakan kable yang lama tapi cukup dengan meriposisi cable pada jalur yang sudah tersedia, menghindarkan cable terjepit pada casing pada saat penguncian baut casing.


4. Back light mati (gelap sementara bios/window membayang). Gejala ini disebabkan Back light/neon LCD tidak menyala. Bisa diakibatkan LCD neon yang putus, terputusnya koneksi power inverter tidak berfungsi atau power support untuk inverter tidak memadai. Pertama-tama lakukan analisa power support untuk inverter dengan menggunakan multitester, aturlah settingan dc power pada multitester untuk 10v jadikan apa saja elemen besi pada sasis laptop untuk ground letakkan kabel penguji (hitam) kemudian kabel penguji power(merah)pada terminal conector inverter jika anda menemukan tegangan lanjutkan pengujian inverter dengan menguji tegangan yang sudah di step upoleh inverter pada conector neon LCD jika tidak permasalahan datang dari motherboard support power untuk inverter (cek fius f1/ic swiching atau spliter power) note:autorized technician only. Jika anda menemukan tegangan sudah pasti LCD neon yang bermasalah jika tidak anda perlu mengganti inverter (berfungsi sebagai balast/steo up power untuk back light).

OPERASI ARITMATIKA

Operasi aritmatika merupakan operasi yang melibatkan operator-operator aritmatika. Operator aritmatika dalam Visual Basic adalah :
– tambah (+)
– kurang (-)
– kali (*)
– bagi (/)
– pangkat (^)
– sisa bagi (mod)

Operator aritmatika umumnya beroperasi pada dua operand. Sebagai contoh ekspresi 2 + 2, berarti:
2 adalah operand pertama
+ adalah operator aritmatika tambah
2 adalah operang kedua.

Namun dalam beberapa hal khususnya operator + dan kurang beroperasi pada satu operand seperti pemberian nilai +5 (positif 5) atau -5 (negatif lima).
Dalam pengerjaan operator aritmatika visual basic telah menetapkan derajat pengerjaan seperti berikut ini:

OperatorDerajat
^1
* / Mod2
+ -3
operator yang memiliki derajat yang sama akan dikerjakan mulai dari sebelah kiri.
Sebagai contoh terdapat pernyataan:
A = 2 + 2 – 5
terlihat bahwa terdapat dua buah operator aritmatika yaitu + dan -. Telah ditetapkan bahwa operator + dan – memiliki derajat pengerjaan yang sama sehingga operator yang paling kiri akan dikerjaan terlebih dahulu. Dengan demikian urutan pengerjaan dari pernyataan tersebut adalah:
1. 2 + 2 memberikan hasil 4
2. 4 – 5 memberi hasil -1
3. -1 diberi ke variabel A

Misalkan terdapat pernyataan seperti berikut:
A = 2 + 5 * 10, maka urutan pengerjaannya adalah
1. 5 * 10 = 50
2. 2 + 50 = 52
3. 52 diberi ke A

Kita perhatikan operator * dikerjakan terlebih dahulu daripada operator +. Bagaimana halnya bila kita menginkan mengubah urutan pengerjaan yang mana diinginkan operator + lebih tinggi derajat pengerjaannya dari operator *. Untuk melakukan hal tersebut pada operang operator + ditambah kurung buka dan kurung tutup sehingga bentuk pernyataannya menjadi:
A = (2 + 5) * 10, maka urutan pengerjaannya menjadi:
1. 2 + 5 = 7
2. 7 * 10 = 70
3. 70 diberi ke A

Bila terdapat tanda kurung di dalam tanda kurung maka tanda kurung yang terdalam yang akan dikerjakan terlebih dahulu. Sebagai contoh terdapat pernyataan sebagai berikut:
A = 7*((2 +5) * 10), maka urutan pengerjaannya menjadi:
1. 2 + 5 = 7
2. 7 * 10 = 70
3. 7 * 70 = 490
4. 490 diberi ke A

Misalkan terdapat pernyataan sebagai berikut:
A = (2 + 5) * 10 – 15 + 7^2, maka urutan pengerjaan dari pernyataan tersebut adalah:
1. 2 + 5 = 7
2. 7^2 = 49
3. 7 * 10 = 70
4. 70 – 15 = 55
5. 55 + 49 = 104
6. Nilai 104 diberi ke A